KENTANG
Kentang (Solanun Tuberosum)
merupakan tanaman dikotil yang bersifat semusim dan berbentuk/herba. Batangnya
yang berada diatas permukaan tanah ada yang berwarna hijau, kemerah-merahan,
atau ungu tua. Akan tetapi, warna batang ini juga dipengaruhi oleh umur tanaman
dan keadaan lingkungan. Pada kesuburan tanah yang lebih baik atau lebih kering,
biasanya warna batang tanaman yang lebih tua akan lebih menyolop. Bagian bawah
batangnya bisa berkayu. Sedangkan batang tanaman muda tidak berkayu sehingga tidak
terlalu kuat dan mudah roboh.
Kentang sangat digemari
hamper semua orang. Bahkan dibeberapa daerah, ada yang menjadikannya makanan
pokok. Selain itu, kentang juga banyak mengandung vitamin B, vitamin C, dan
sejumlah vitamin A. sebagai sumber karbohidrat yang penting, di Indonesia,
kentang masih dianggap sebagai sayuran yang mewah.
Varietas
Yang Komersial.
Kentang termasuk dalam
family solanaciae dan terdiri dari banyak varietas. Secara garis besar, kentang
dapat dibedakan atas tiga golongan berdasarkan warna umbinya. Yaitu sebagai berikut :
a. Kentang kuning
Kentang
yang daging dan kulitnya berwarna kuning atau juga disebut kentang kuning ini
terdiri dari beberapa varietas, antara lain : Thung 151 C, Patrones, Rapan 106,
Eigenheimer dan Granola. Dari jenis kentrang kuning hanya varietas granolanya
yang berpeluang pasar sangat baik. Sebab varietas ini banyak digunakan oleh
industry-industri makanan, restoran, atau rumah tangga, baik untuk kentang French fries maupun keripik kentang.
Akan tetapi, sayangya kita masih harus mengimpor bibit untuk memenuhi
permintaan dalam negeri.
b. Kentang putih
Kentang
yang daging dan kulitnya berwarna putih atau disebut juga kentang putih ini
terdiri dari beberapa varietas, antara lain Radosa, Donata, Sebago.
c. Kentang merah
Kentang
yang kulitnya berwarna merah, tetapi daging umbinya berwarna kuning yang biasa
disebut kentang merah ini terdiri dari beberapa varietas, antara lain: Red
Pontiac, Desire, dan Arka.
- Syarat Tumbuh
Kentang dapat tumbuh dan
berproduksi dengan baik bila ditanam pada kondisi lingkungan yang sesuai dengan
persyaratan tumbuhnya. Keadaan iklim dan tanah merupakan hal penting yang perlu
diperhatikan, disamping factor penunjang lainnya.
Kentang dapat tumbuh dengan
baik didataran tinggi antara 500-3000 M dpl. Yang terbaik adalah pada
ketinggian 1300M dpl dengan suhu relative sekitar 20 C. selain itu, daerah
dengan curah hujan 200-300 Mm. setiap bulan atau 1000Mm selama masa pertumbuhan
kentang merupakan daerah yang baik untuk pertumbuhan kentang.
Tanah yang baik untuk
mkentang adalah tanah yang subur, dalam, drainase baik, dan PH antara 5-6,5.
Pada tanah Tanah yang Phnya rendah, akan dihasilkan kentang yang mutunya jelek.
- Budidaya
Kentang dikembang biakkan
dengan umbi. Umbi yang baik untuk ditanam adalah umbi yang telah bertunas
sehingga perlu diadakan penunasan. Penunasan berarti menumbuhkan sejumlah tunas
yang sehat dari umbi bibit beberapa minggu sebelum ditanam sehingga diperoleh
tanaman yang seragam. Penunasan dilakukan sekitar 2 bulan menjelang tanam pada Rak-Rak
penumbuh perukuran 60 X 40 X 10 cm dengan kaki 7,5 cm. Rak-rak penumbuh ini
disusun bertingkat. Banyaknya rak tergantung dari umbi yang akan ditunaskan.
Rak itu diletakkan ditempat yang tidak langsung kena sinar matahari. Apabila
menggunakan sinar matahari langsung, suhu tidak boleh terlampau tinggi. Dan
setelah tunas-tunas, kecil keluara, bibit harus dipindahkan ketempat yang lebih
dingin ( 6-12 C). untuk setiap hektar, kentang varietas Granola, membutuhkan
1500 – 2000 kg bibit.
Sambil menunggu umbi
bertunas, dilakukan pengolahan tanah. Tanah dibajak atau dicangkul, kemudian di
istirahatkan selama 1 – 2 minggu untuk memperbaiki keadaan tata udara tanah.
Selanjutnya tanah diratakan, di ikuti dengan pembersihan rererumputan liar.
Setelah itu pada tanah itu dibuatkan garitan-garitan sedalam 5 – 10 cm. jarak
antar garitan biasanya disesuaikan dengan jarak tanam yang akan digunakan.
Sedangkan jarak tanam yang di gunakan tergantung pada jenis kentang yang akan
diusahakan.
Penanaman dilakukan
bersamaan dengan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang. Untuk setiap
hektar, diperlukan sekitar 20 ton pupuk kandang, 500 kg urea, 300 kg TSP, dan
200 kg KCI. Pupuk ini letakkan diantara umbi – umbi didalam garitan yang
selanjutnya ditimbung dengan tanah.
Bibit kentang akan tumbuh
diatas tanah kurang lebih 10 hari
kemudian. Setelah tanam berumur sebulan, tanaman mulai didagir dan dibumbun.
Pembumbunan ini penting untuk mencegah agar umbi kentang yang terbentuk tidak
terkena sinar matahari.
- Hama dan Penyakit
Hama
Hama yang
sering menyerang tanaman kentang antara lain sebagai berikut:
Aphids atau kutu daun
Aphids ( Myzus Persicae Sulz, Aphis gossypii
Glov, dan A. Spiraecola Patch). ini dapat menularkan penyakit yang
disebabkan oleh virus. pengendaliannya dapat dengan menggunakan insektisida
ssitemik seperti Furadan 3 G ( 80 kg / ha ) atau dengan Desis 2,5 EC ( 0,04 % )
Tamaran 200 LC ( 0,2 % ), dan Hostatron 40 EC ( 0,2 % ).
Wereng Kentang
Wereng
kentang ( Empoasca Fabae Hart. ) dapat menyebabkan kerusakan pada daun kentang.
Selain itu, sambil memakan daun hama ini menyuntikkan zat beracun hitotosimia
sehingga menimbulkan kerusakan pada daun terbakar. Yang biasa menyerang kentang
adalah nimfa dan serangga dewasa. Serangga dewasa berwarna hijau, kekuning-kuningan
dan panjangnya 2,35 – 2,65 mm. pengendaliannya sama seperti pada aphids.
Thrips
Tthrips ( Thrips palmy karny ) adalah hamah yang
kecil sekali, sulit dilihat dengan mata telanjang. Ia berkembang biak secara
parthenogenesis ( telur dapat menetes tanpa dibauhi ). Thrips menimbulkan
kerusakan karena ia mengisap cairan daung sehingga warna daun berubah menjadi
keperakan. Serangan yang berat dapat terjadi pada cuaca kering dapat
mengakibatkan semua daun mengering lalu mati. Pemberantasannya dapat dengan
menggunakan Orthene 75 SP ( 0,1 % ),
Tamaron 200 LC (0,2 % ), atau Bayrusil 250 EC (0,2%).
Kumbang kentang
Larva dan serangga dewasa
kumbang kentang (Ephilachna Sparsa forma
vigintioctopunctata Boisd). Memakan
jaringan daun sehingga yang tinggal hanyalah tulang-tulang daun dan lapisan
epidermis. Serangga dewasa panjangnya sekitar 1 cm, berwarna merah, dan berbintik – bintik hitam.
Penggerek
umbi kentang
Penggerek umbi kentang (Phthorimaea opercullela Zell). Merusak
umbi kentang didalam gudang dan memakan daun kentang dilapangan. Gejala
serangannya adalah daun berwarna merah tua dan tampak adanya jalinan seperti
benang yang membungkus ulat kecil berwarna kelabu. Biasanya daun menggulung
karena larvanya bersembunyi didalamnya. Sedangkan gejala serangan pada umbi
didalam gudang adalah tampak adanya kotoran yang berwarna coklat tua pada kulit
umbi. Apabila umbi dibelah, akan tampak lubang-lubang atau alur-alur.
Pemberantasannya dilapangan adalah dengan menyemprotkan tamaron 200 LC ( 0,2 %
) atau orthene 75 SP ( 0,1 % ) sedangkan pemberantasannya digudang adalah
dengan menggunakan savin 5D sebanyak 1,5 kg / ton kentang, atau dengan
menaburkan serbuk daun lantana camara yang telah dikeringkan setebal 2 cm pada
umbi kentang.
Penyakit
Penyakit yang sering menyerang pertanaman
kentang antara lain sbb.:
Bercak
kering
Gejala serangannya adalah
mula-mula tampak berupa bercak kecil pada daun-daun bawah, kemudian berkembang.
Bercak ini berwarna coklat dengan tanda khas berupa lingkaran-lingkaran. Serangan
dapat dijumpai pada tangkai daun, batang, bahkan umbi. Pada tangkai daun dan
batang, gejala serangannya berupa bercak coklat yang memanjang. Sedangkan pada
umbi, bercaknya agak melekuk, pinggirannya menonjol bulat, dan dalamnya sekitar
0,3 cm. penyebab penyakit ini adalah jamur Altenaria
solani. Penyakit ini dapat dicegah dengan Dithane M-45, Blotox-50, dan
Antracol.
Busuk
daun
Gejala serangan tampak
dengan adanya bercak basah bertepih tidak teratur pada tepi daun atau
tengahnya. Bercak ini kemudian melebar dan terbnentuklah daerah Nekrotik
berwarna coklat. Disekitar daerah itu, terdapat bagian yang berwarna hijau
kelabu yang dihasilkan oleh massa sporagion
yang tampak berwarna putih. Serangan juga dapat terjadi pada tangkai
daun atau tangkai anak daun dengan warna coklat, melingkar, agak mengendap, dan
dapat menimbulkan defoliasi. Penyakit busuk daun ini disebabkan oleh Phytophthora yang umumnya dijumpai pada
tanaman kentang yang berumur 5-6 ,minggu keatas.
Untuk pengendaliannya
sebaiknya kita menggunakan varietas yang tahan atau penggunaan fungisida yang
telah diizinkan pemakaiannya.
Penyakit tanaman kentang
lainnya adalah penyakit layu fusarium, kanker batang, dan penyakit kudis.
Pemanenan
Umur panen kentang berbeda
menurut jenisnya, tetapi umumnya dipanen saat berumur 3-4 bulan setelah tanam.
Setelah panen, sebaiknya kentang dipungut seminggu setelah daun dan ujung
batangnya kering. Bila belum kering, mutu umbinya akan rendah dan kulitnya akan lecet sehingga tidak bisa
dijadikan bibit. Penggalian untuk memungut umbi harus berhati-hati jangan
sampai umbinya terluka kena cangkul atau alat penggali lainnya.
Komentar
Posting Komentar