Rumah Baca Jadi Rumah Koran



 
Rumah Baca pedesaan lahir ditengah – tengah masyarakat desa Kanreapia dengan konsep menumbuhkan cakrawala berfikir dan cinta pendidikan yang tertanam dalam konsep Gemar Membaca.
Rumah baca lahir dari kesadaran para pemuda – pemuda desa yang ingin mengembangkan bakat dan kreatifitas mereka secara positif melalui satu naungan yang di beri nama Rumah Baca, sebab rumah baca mampu melahirkan koleksi – koleksi buku yang dibutuhkan masyarakat desa dan buku merupakan jendela dunia.
Rumah Baca lahir di desa Kanreapia Kec. Tombolo Pao Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Desa dengan Tingkat pendidikan yang minim, desa yang mempunyai pemuda atau generasi tingkat pendidikan yang rendah. Desa dengan tingkat kejahatan yang tinggi, seperti Alkohol, pencurian dan perjudian yang tinggi. Desa yang di anggap desa tertinggal dari segi pendidikan jika dibandingkan dengan desa – desa tetanggannya.
Dari wajah desa yang suram ini akhirnya lahirlah Rumah baca, yang mengubah anggapan dan ketertinggalan menjadi desa yang cerah dan jalan pemuda yang lebih positif. Karena Rumah Baca ini berfungsi sebagai wadah tempat berkumpul, baik pelajar, mahasiswa, pemuda desa dan masyarakat petani yang ingin menambah wawasan dan ilmu mereka dengan tujuan belajar bersama dan menumbuhkan sifat gemar membaca. 



Rumah Baca Gapoktan Butta Gowa berdiri sejak tahun 2011 dan di kukuhkan oleh Camat Tombolo Pao kab. Gowa yang menjabat pada waktu itu.
Oleh Bapak Drs. A. Sura Suaib M.Si

 

Malalui Pengukuhan ini Semangat para pemuda untuk mendirikan rumah baca juga di respon secara positif oleh tokoh – tokoh masyarakat dan orang tua pemuda terlihat dari sumbangsih akan Koleksi buku – buku yang bersumber dari pemerintah setempat, tokoh masyarakat, Guru, Mahasiswa dan dari Kampus – kampus, seperti Universitas UIN Alauddin Makassar, Universitas Bosowa Makassar, dan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Sejak berdirinya rumah baca ini kegiatan – kegiatan pemuda dan kesadaran untuk berpengetahuan tumbuh dengan konsep pemuda harus gemar membaca.



Rumah baca ini juga menjadi tempat silaturahmi para mahasiswa dan organisasi – organisasi yang ingin mengadakan kegiatan – kegiatan, seperti pengkaderan dan diskusi Bedah Buku.
Namun Seiring berjalannya waktu rumah baca ini sempat fakum di karenakan pengurus dan tempat yang tidak mendukung, melihat sejak berdirinya rumah baca yang di tempati berstatus kontrakan, sehingga di tahun 2013 rumah baca ini tidak berfungsi lagi. Hingga pada tahun 2014 lalu rumah baca ini kembali bangkit dan kembali menfungsikan dirinya, sehingga dari kehadirannya ini telah melahirkan IQRA Diniyah, dan Taman Pendidikan di mana anak – anak setiap sore belajar mengaji dan membaca buku.
Di tahun 2014 sampai sekarang pengurus menyepakati rumah baca ini di beri nama Rumah Baca Gapoktan Butta Gowa, dengan melahirkan Iqra Diniyah, tempat mengaji anak – anak generasi petani, dan Taman Pendidikan. 





Anak – anak IQRA DINIYAH
Sebagai Penutup dari profil Rumah baca ini, kami dari pengurus berharap semoga Rumah Baca Gapoktan Butta Gowa senantiasa memberikan  efek sosial yang positif  baik kepada remaja, bagi anak anak menjadikan rumah baca sebagai area bermain mereka sehari hari dan bagi orang tua menjadikan rumah baca tempat bermain yang aman bagi anak anak mereka.
Demikian profil Rumah Baca Gapoktan Butta Gowa yang kami sajikan secara sederhana apa adanya. Semoga bisa menjadikan inspirasi bagi siapapun untuk bisa melakukan suatu tindakan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toko Tani Organik Gowa

Terus Bergerak Menjadikan Pertanian Go Organik

Gapoktan Butta Gowa Ikuti Pertemuan Pembinaan Ormas